Selasa, 02 Desember 2008

"GABUNG YUK"!!!!!!!!

Rabu, 23 Juli 2008

"GABUNG YUK"!!!!!!!!

Rabu, 16 Januari 2008

Taboot : Praktik Syiah Kultural di Indonesia




Perayaan Asyura yang menjadi tradisi Syi’ah ternyata telah diperingati lebih dari dua abad yang lalu di Bengkulu. Hari Asyura yang merupakan suatu tradisi untuk menggenang syahidnya Imam Husain, salah satu keturunan Nabi Muhammad Saww, telah membudaya dan menjadi bagian masyarakat Bengkulu. Perayaan tradisional ini dinamakan “Tabot” dan sering juga dikenal dengan nama “Tabut”.

Istilah “Tabot” berasal dari kata Arab (tabut) yang secara harfiah berarti “kotak kayu” atau “peti”. Dalam al-Quran kata tabot dikenal sebagai sebuah peti yang berisikan kitab Taurat. Bani Israil masa itu percaya bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan bila Tabot ini muncul dan berada di tangan pemimpin mereka. Sebaliknya mereka akan mendapat malapetaka bila benda itu hilang.

Tradisi Tabot dibawa oleh para pekerja, asal Madras-Bengali bagian selatan dari India, yang membangun benteng Marlborought di Bengkulu. Secara turun-temurun, upacara ini diwariskan kepada anak cucu mereka yang di antaranya berasimilasi dengan orang Bengkulu. Tabot kini dipandang sebagai upacara tradisional orang Bengkulu, baik dari kaum Sipai maupun Melayu Bengkulu.

Upacara tabot di Bengkulu merupakan upacara hari berkabung bagi kaum Syi’ah atas gugurnya Husain bin ‘Alî bin Abi Thalib, cucu Rasulullah saww dari puteri beliau Fâthimah al-Zahra binti Muhammad. Beliau gugur dalam perang tak seimbang antara 40 pengikut beliau dengan ribuan pasukan tentara ‘Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala Iraq, pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriyah (681 M).

Sejak keluarga Sipai lepas dari pengaruh ajaran Syi’ah, maka maksud penyelenggaraan upacara ini adalah sekadar kewajiban keluarga untuk memenuhi wasiat dari leluhur mereka. Seiring dengan perkembangan zaman maksud upacara Tabot telah mengalami pergeseran. Selain melaksanakan wasiat leluhur juga turut berperan serta menyukseskan program pemerintah di bidang pembinaan dan pengembangan kebudayaan daerah dan pariwisata di daerah Bengkulu.

Tujuan asli upacara ini adalah untuk meningkatkan kecintaan mereka kepada ahlulbait (keluarga Rasulullah saww) umumnya dan kepada Husain bin ‘Alî khususnya. Selain itu, acara ini diarahkan untuk memupuk rasa permusuhan kepada keluarga Bani Umayyah pada umumnya dan khususnya pada Yazid bin Muawiyah, Khalifah Bani Umayyah yang memerintah waktu itu, beserta Gubernur ‘Ubaidillah bin Ziyad yang memerintahkan penyerangan terhadap Husain bin ‘Alî beserta laskarnya. Bagi orang Bengkulu pada umumnya dan keluarga Sipai pada khususnya tujuan dari upacara ini adalah untuk menanamkan rasa bangga atas budaya leluhur juga untuk serta melestarikan Kebudayaan Daerah pada khususnya dan Kebudayaan Nasional pada umumnya.

Inti upacara Tabot ini ialah mengenang upaya para pemimpin Syi’ah dan kaumnya yang mengumpulkan bagian-bagian dari jenazah Husain, mengaraknya setelah terkumpul dan memakamkannya di padang Karbala. Seluruh upacara berlangsung selama 10 hari, sejak tanggal 1 hingga 10 Muharram.

Tahapan Acara

1. Mengambik tanah (mengambil tanah)

Upacara ini berlangsung pada malam tanggal 1 Muharam, sekitar pukul 22.00 wib. Tanah yang diambil untuk membuat boneka itu adalah tanah yang dianggap mengandung unsur magis. Untuk itu pengambilannya harus dilakukan pada lokasi yang dipandang keramat. Di Bengkulu ada dua tempat yakni di Keramat Tapak Padri dan Keramat Anggut.

Di tempat ini mereka memberikan sesajen berupa: bubur merah dan bubur putih, gula merah, sirih 7 subang, rokok nipah 7 batang, kopi pahit 1cangkir, air serbat 1 cangkir, dadih (susu dapi murni yang mentah) 1 cangkir, air cendana 1 cangkir, air dan selasih 1 cangkir.

2. Duduk Penja (mencuci jari-jari)

Penja adalah benda yang terbuat dari kuningan, perak atau tembaga yang berbentuk telapak tangan manusia lengkap dengan jari-jarinya. Karenanya penja ini disebut juga dengan jari-jari. Menurut keluarga Sipai, Penja adalah benda keramat yang mengandung unsur magis. Ia harus dicuci dengan air limau setiap tahunnya. Upacara mencuci penja ini disebut duduk Penja, yang dilaksanakan pada tanggal 5 Muharram sekitar pukul 16.00 WIB.

Pada upacara ini sesajen yang diberikan: nasi kebuli 1 porsi, emping beras 1 piring, pisang emas 1 sisir, tebu 1 potong, kopi pahir 1 gelas, air serobat 1 gelas dan dadih 1 gelas.

3. Menjara (mengandun)

Menjara adalah berkunjung atau mendatangi kelompok lain untuk beruji dol (bertanding membunyikan dol) yang dilaksanakan pada tanggal 6 Muharram dan 7 Muharram mulai pukul 20.00 wib atau 23.00 wib.

4. Meradai (mengumpulkan dana)

Acara meradai ini dilakukan pada tanggal 6 Muharram sekitar pukul 07.00-17.00 wib. Pelaksanaan acara ini disebut dengan Jola yang diambil dari anak-anak 10-12 tahun.

5. Arak Penja (mengarak jari-jari)

Arak Penja dilaksanakan pada malam ke-8 Muharram, sekitar pukul 19.00-21.00 wib dengan menempuh jalan-jalan utama di kota Bengkulu.

6. Arak Serban (mengarak Sorban)

Berlangsung pada malam ke-9 Muharram, sekitar pukul 19.00-21.00 dengan mengambil rute yang sama dengan Arak Penja. Benda yang diarak selain Penja ditambah dengan Serban (Sorban) putih diletakkan pada Tabot Coki (Tabot Kecil), dilengkapi dengan bendera/panji-panji berwarna putih dan hijau atau biru yang bertuliskan nama “Hasan dan Husain” dengan kaligrafi Arab yang indah.

7. Gam (tenang berkabung)

Satu di antara tahapan upacara Tabot ini terdapat suatu acara yang mesti ditaati yaitu “gam”, suatu waktu yang ditentukan yang tidak boleh ada kegiatan apapun. Gam berasal dari kata “ghum” yang berarti tertutup atau terhalang. Masa gam ini dimulai dari pukul 07.00 hingga pukul 16.00, di mana pada waktu tersebut semua kegiatan yang berkaitan dengan upacara Tabot termasuk membunyikan dol dan tassa, tidak boleh dilakukan. Jadi masa gam dapat juga disebut masa tenang.

8. Arak Gedang (taptu akbar)

Pada 9 Muharram malam, sekitar pukul 19.00 dilaksanakan secara ritual pelepasan Tabot Besanding di gerga (markas) masing-masing. Selanjutnya dilanjutkan dengan arak gedang yakni grup Tabot berarak dari markas masing-masing menempuh rute yang ditentukan. Kemudian mereka akan bertemu sehingga membentuk arak gedang (pawai akbar). Arak-arakan ini menjadi ramai karena menyatunya grup-grup Tabot, grup-grup hiburan, para pendukung masing-masing serta masyarakat. Acara ini berakhir sekitar pukul 20.00 wib. Akhir dari acara arak gedang ini adalah seluruh Tabot dan grup penghibur berkumpul di lapangan Merdeka Bengkulu (Sekarang: Lapangan Tugu Propinsi). Tabot dibariskan bershaf istilah lokal disandingkan, karenanya acara ini dinamakan Tabot Besanding.

9. Tabot tebuang (tabot terbuang)

Acara terakhir dari rangkaian upacara tabot adalah acara Tabot tebuang. Pada pukul 09.00 wib seluruh tabot telah berkumpul di lapangan Merdeka dan telah disandingkan sebagaimana malam tabot besanding. Grup hiburan telah berkumpul pula di sini dan menghibur para pengunjung yang hadir di waktu itu. Pada sekitar pukul 11.00 arak-arakan tabot bergerak menuju ke Padang Jati dan berakhir di kompleks pemakaman umum Karabela. Tempat ini menjadi lokasi acara ritual tabot tebuang karena di sini dimakamkan Imam Senggolo (Syekh Burhanuddin) pelopor upacara tabot di Bengkulu.

Pada sekitar pukul 12.30 wib acara tabot tebuang di makam Senggolo tersebut. Karena dipandang bernilai magis, acara ini hanya bisa dipimpin oleh Dukun Tabot yang tertua. Selesai acara ritual di atas, barulah bangunan tabot dibuang ke rawa-rawa yang berdampingan dengan komplek makam tersebut. Dengan terbuangnya tabot pada sekitar pukul 13.30, maka selesailah seluruh rangkaian upacara tabot dimaksud. (Rudhy Suharto)

Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Depdikbud, “Upacara Tabot: Upacara Tradisional Daerah Bengkulu di Kotamadya Bengkulu”, 1991/1992.


Senin, 14 Januari 2008

Danau Dendam Tak Sudah


Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Bengkulu ini tidak kalah indah dan eksotik dengan danau-danau lain yang ada di Indonesia “sepertinya kata-kata ini terlalu meninggi ” sebenernya kalo boleh dibilang indah sih secara jujur yah kalah jauh ama danau manijau, danau toba, danau atas, dan danau-danau yang lain, tapi yah di bengkulu cuman ada satu danau। Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.” sebenernya kalo boleh dibilang indah sih secara jujur yah kalah jauh ama danau manijau, danau toba, danau atas, dan danau-danau yang lain, tapi yah di bengkulu cuman ada satu danau. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.” sebenernya kalo boleh dibilang indah sih secara jujur yah kalah jauh ama danau manijau, danau toba, danau atas, dan danau-danau yang lain, tapi yah di bengkulu cuman ada satu danau. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.” sebenernya kalo boleh dibilang indah sih secara jujur yah kalah jauh ama danau manijau, danau toba, danau atas, dan danau-danau yang lain, tapi yah di bengkulu cuman ada satu danau. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.” sebenernya kalo boleh dibilang indah sih secara jujur yah kalah jauh ama danau manijau, danau toba, danau atas, dan danau-danau yang lain, tapi yah di bengkulu cuman ada satu danau. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.” sebenernya kalo boleh dibilang indah sih secara jujur yah kalah jauh ama danau manijau, danau toba, danau atas, dan danau-danau yang lain, tapi yah di bengkulu cuman ada satu danau. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.” sebenernya kalo boleh dibilang indah sih secara jujur yah kalah jauh ama danau manijau, danau toba, danau atas, dan danau-danau yang lain, tapi yah di bengkulu cuman ada satu danau. Memang, saat ini belum banyak wisatawan yang mengenal danau yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari pusat Kota Bengkulu itu.Menilik dari namanya saja,
Danau Dendam Tak Sudah sudah menyiratkan sebuah kisah tragis dibaliknya. Memang, nama danau ini dipercayai terkait dengan legenda sepasang muda-mudi konon sang gadis merupakan keturunan dari VOC Belanda yang dulu menjajah Bengkulu, dan si jejaka merupakan rakyat jelata. Mereka mengikat janji sehidup semati, tetapi kisah asmara mereka tak kesampaian, karena orangtua sang gadis “yang notabene seorang bule” tidak merestui. Dia dijodohkan dengan laki-laki lain, padahal benih-benih cinta di hati kedua remaja ini tidak bisa dipisahkan lagi. Lalu kedua anak muda yang dimabuk asmara itu bunuh diri ke dalam danau. Konon sejak itu di dalam danau terdapat dua ekor lintah besar, yang merupakan jelmaan sepasang kekasih tersebut.
Tapi menurut saya cerita itu gak masuk di akal deh, masa gara-gara kedua muda-mudi bunuh diri nyemplung mengakibatkan danau itu bisa muncul dan terkenal, padahal menurut cerita ibu-ibu jaman dulu gak ada danau disekitar itu dan ceritanya itu tidak ada endingnya.. “sok tau neh”

Nah ini ada cerita versi lain yang menurut saya lebih masuk ke akal, danau ini sengaja dibuat untuk mencegah terjadinya intrusi air laut. Kawasan danau ini memang berjarak kurang lebih dua kilometer dari bibir pantai dan dipergunakan untuk mencegah mengalirnya air laut ke darat.

Di masa Belanda, danau ini kemudian dibuat dam, agar lebih tertata dan tidak mudah meluap serta memudahkan pembuatan jalan. Bukti-bukti dam itu bisa terlihat hingga kini. Namun setelah merdeka, pembangunan dam terbengkalai. Dam yang tak selesai itu menginspirasikan warga setempat untuk menamainya menjadi Dam Tak Sudah dan kata “Den” di depan kata “Dam” hanyalah merupakan “kerancuan” yang sengaja ditimbulkan untuk menggelitik rasa ingin tahu.

Danau seluas 37,50 hektare itu memiliki keunikan yang tidak dimiliki danau lainnya. Di bawah Danau Dendam Tak Sudah, konon terdapat gunung berapi.

Danau ini juga memiliki berbagai flora unik, yakni anggrek Pensil (vanda hookeriana), yang diyakini hanya tumbuh di kawasan ini. Flora unik yang lain adalah anggrek matahari, bakung, nipah, pulai, ambacang rawa, terentang, plawi, brosong, gelam, pakis dan sikeduduk. “tapi sekarang sudah mulai punah, dan susah untuk ditemukan. Saya ajah mau cari-cari di photo udah gak dapet lagi”

Panorama di kawasan danau juga sangat indah. Sejauh mata memadang, pengunjung akan dimanja lanskap Bukit Barisan yang membiru dan terlihat sayup-sayup di kejauhan.

Kini danau tersebut juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area). Kawasan ini merupakan penyuplai sebagian besar air untuk petani di kota Bengkulu serta penyimpan cadangan air tanah. Dan juga tidak kalah menarik untuk dilihat, tempat ini dijadikan tempat mojok muda-mudi, mungkin dikarenakan ada sepasang muda-mudi yang bunuh diri disini yah? hehhee..

hati-hati bagi muda-mudi yang sukak mojok di situ, bisa kenak sambet.. hehehe

Di kawasan danau, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan alam berupa permukaan danau yang terlihat kemerahan ditimpa sang surya menjelang beranjak keperaduannya. Atraksi matahari terbit disertai udara pagi yang bersih serta semburat warna merah di permukaan danau menjelang malam sangat ideal bila diabadikan dari lensa kamera.

Keasrian danau serta lingkungan cagar alam yang luas merupakan potensi bagi wisatawan minat khusus untuk melakukan pendidikan dan penelitian. Di lokasi ini, pengunjung juga bisa berperahu dan menggunakan rakit ke seluruh penjuru danau, dan memancing.

Beberapa warga di seputar danau menyediakan pondok-pondok yang menawarkan berbagai jenis makanan seperti jagung bakar dan kelapa muda. Beberapa makanan khas Bengkulu seperti perut punai, lempuk dan kue tat juga bisa dibeli di sekitar lokasi.

Slamat Mencoba.. Loh maksudnya mencoba perut punai, lempuk dan kue tat, bukan mencoba mojok di danau dendam॥



KEBUDAYAAN


Statistik Sosial Budaya Berdasarkan Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2006
Publikasi ini menyajikan data mengenai kegiatan sosial budaya penduduk (individu) dan data persepsi rumah tangga mengenai perkembangan tingkat kesejahteraan rumah tangga di Indonesia yang terkait langsung dengan komponen kebudayaan. more »

Jumlah Pengunjung Perpustakaan di Indonesia, Tahun 2006-2007
Tabel ini berisi jumlah pengunjung perpustakaan di Indonesia tahun 2006 - 2007 more »

Jumlah Pengunjung Museum di Indonesia, Tahun 2002 - 2007
Tabel ini berisi jumlah pengunjung museum di Indonesia tahun 2002-2007 more »

Banyaknya Desa Menurut Provinsi, Agama dan Tipe Daerah, Tahun 2005
Tabel ini berisi jumlah desa menurut provinsi, agama dan tipe daerah more »

Banyaknya Tempat Ibadah Menurut Provinsi dan Jenis Tempat Ibadah, Tahun 2005
Tabel ini berisi banyak tempat ibadah menurut provinsi dan jenis tempat ibadah more »

Jumlah Desa Yang Mempunyai Tradisi Gotong Royong dan Dihuni Lebih dari Satu Suku/ Etnis Menurut Provinsi, Tahun 2005
Tabel ini berisi banyaknya desa yang mempunyai tradisi gotong royong dan dihuni lebih dari satu suku/ etnis menurut provinsi more »

Jumlah Desa Yang Mengalami Kejadian Perkelahian Massal, Jumlah Korban, dan Kerugian Material Menurut Provinsi, Tahun 2005
Tabel ini berisi banyaknya desa yang yang mengalami kejadian perkelahian massal, jumlah korban, dan kerugian material menurut provinsi more »

Jumlah Desa Menurut Provinsi dan Jenis Konflik yang Sering Terjadi Selama Setahun Terakhir, Tahun 2005
Tabel ini berisi banyaknya desa menurut provinsi dan jenis konflik yang sering terjadi selama sethun terakhir more »

Jumlah Desa yang Masyarakatnya Terkena Tindak Kejahatan Menurut Provinsi dan Jenis Kejahatan, Tahun 2005
Tabel ini berisi banyaknya desa yang masyarakatnya terkena tindak kejahatan yang terjadi setahun terakhir menurut provinsi dan jenis kejahatan more »

Jumlah Produksi Film Nasional dan Film Impor Tahun 2000 - 2005
Tabel ini berisi statistik produksi film nasional dan film impor tahun 2000 - 2005

Wisata dan Pulau Kita

Oleh : Al Busyra Basnur*

Wisata dan pulau vital dalam kancah pariwisata dunia, khususnya Indonesia, negara kepulauan dengan jumlah pulau tak terbilang pasti karena ada yang hilang dan ada pula tiba-tiba muncul baru. Disamping tentunya faktor sejarah, kekayaan seni dan ragam budaya rakyat yang bernilai tinggi.

Namun, saat wisata kita dalam kondisi sulit dan beberapa pulau nusantara tercinta, utamanya pulau wisata, menghadapi persoalan, apa yang harus segera kita lakukan ke depan ?

Belum Pulih

Ketika Menteri Koordinator Kesejahteraan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olah Raga dan Menteri Pendidikan Nasional bersama Komisi X DPR mengadakan rapat kerja tanggal 21 Februari 2006 lalu, muncul keprihatinan mendalam tiada kira tentang kondisi pariwisata nasional saat ini. Kepercayaan masyarakat dunia terhadap pariwisata Indonesia masih belum pulih seperti sediakala.

Padahal kepercayaan menjadi salah satu modal utama keberhasilan pariwisata dimanapun. Rasa ragu, khawatir dan was-was ternyata masih menyelimuti pikiran calon wisatawan mancanegara yang bermaksud menghabiskan liburan mereka di Indonesia.

Kenapa ?. Mereka belum yakin keamanan di tempat-tempat tujuan wisata Indonesia terjamin baik. Bom Bali I dan II yang disiarkan media luas masih terang benderang terbayang di depan mata dan ingatan mereka. Ditambah bayang-bayang gelap, teror keamanan yang pernah menghantui beberapa objek strategis lain tujuan wisata Indonesia.

Indonesia perlu waktu setidaknya enam bulan guna memulihkan kepercayaan dunia pariwisata internasional. Itupun, tentunya, jika tak terjadi hal-hal luar biasa yang mengguncang urat nadi pariwisata Indonesia. Kejadian-kejadian semacam itu tak jarang dengan mudah mengundang munculnya travel warning dari berbagai negara sumber wisatawan internasional.

Kian kita yakin, tugas ke depan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan lembaga-lembaga terkait kegiatan pariwisata nasional, sungguh berat. Terobosan pemasaran wisata Indonesia di luar negeri, khususnya Eropa, Jepang dan Australia tak kan selalu mendatangkan keuntungan dan hasil-hasil besar jika tidak didukung kondisi kondusif komprehensif segala lini di dalam negeri.

Pariwisata kita memerlukan penanganan pengamanan menyeluruh, desa atau kota, pantai atau gunung, darat atau laut bahkan termasuk udara. Tak heran, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik pada Mei 2005 lalu meminta agar pengamanan pariwisata mendapat perlakuan sama dengan kilang-kilang minyak dan gas. Kenapa ?. Pariwisata memberikan sumbangan devisa nomor dua terbesar kepada negara setelah minyak dan gas.

Tahun 2004, perolehan devisa negara dari minyak dan gas mencapai US $ 12 miliar, sedangkan dari sektor pariwisata US $ 5 miliar. Sementara, sumbangan sektor pariwisata dari dalam negeri (domestik) tahun 2005 sekitar Rp 100 triliun, suatu angka yang wah !.

Pulau Wisata

Ditengah situasi pariwisata nasional demikian, belum lama berselang muncul berita bahwa sejumlah pulau potensial Indonesia yang selama ini menjadi bagian tujuan wisatawan dunia, bermasalah dan atau diduga bermasalah. Sebut misalnya pulau Bidadari dan pulau Mungudu di Nusa Tenggara Timur serta beberapa pulau lain yang dilaporkan bermasalah atau berpotensi bermasalah. Isu tersebut kini menjadi perhatian dan perbincangan ramai.

Kita semua tentunya satu dalam kata dan serangkai dalam bahasa bahwa kepemilikan dan pengelolaan pulau-pulau sekecil apapun di Indonesia baik oleh perorangan atau badan usaha Indonesia maupun oleh perorangan atau badan usaha asing, harus diatur dengan baik sesuai hukum dan peraturan yang berlaku serta tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral, sosial, budaya dan adat istiadat lokal. Terutama pulau-pulau Indonesia yang potensial wisata yang selama ini telah dikenal baik dan menjadi tujuan penting wisatawan dunia.

Munculnya isu Pulau Bidadari yang dikelola warga negara asing, Ernest Lewan Dowsky, hanya karena masyarakat sekitar dan pihak keamanan dilarang masuk ke pulau tersebut. Izin usaha Ernest untuk membuka usaha wisata hanya dikawasan seluas 5 hektar saja dari total 15,4 hektar luas pulau. Jadi, mestinya tiada alasan melarang penduduk sekitar, apalagi pihak keamanan menjalani rutinitas keseharian mereka di pulau tersebut.

Lalu, kenapa Ernest lancang melarang masyarakat lokal dan pihak keamanan masuk pulau itu, sementara turis-turis asing begitu bebasnya ?. Boleh jadi karena ada komunikasi yang putus antara pengelola, penguasa dan masyarakat setempat. Mungkin ada hal-hal yang tidak jelas atau belum dijelaskan, baik pada saat pemberian izin usaha atau kontrol pada masa operasional. Atau mungkin juga ada hal-hal yang tak terungkap atau belum diungkap dengan baik dan terang benderang.

Tahun 1999, sebelum keberangkatan bertugas di Perwakilan RI di luar negeri kami pernah diundang mengunjungi sebuah pulau wisata di salah satu pulau kecil Indonesia yang dikelola warga negara asing. Pulau cantik nan indah tanpa penduduk lokal.

Beberapa waktu setelah kunjungan, kami menerima keluhan, nelayan yang bermukim disekitar pulau tidak boleh masuk pulau oleh pengelola. Bahkan mereka diusir agar menjauhi pulau tersebut. Setelah dicek ke pihak pengelola, larangan tersebut muncul karena pengelola tidak mau budaya asli penduduk lokal di sekitar pulau tercemar menyaksikan penampilan wisatawan (barat) menikmati liburan mereka di pulau tersebut.

Tantangan

Masalah pengelolaan pulau-pulau wisata Indonesia, terutama oleh warga negara asing, harus mendapat perhatian dan penanganan serius pemerintah dan bangsa kita. Ini merupakan tugas sekaligus tantangan, khususnya bagi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Dalam Negeri serta pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Pulau Bidadari hanya satu dari sekian banyak pulau wisata yang perlu mendapat perhatian khusus kita bersama.

Di satu pihak, pulau-pulau tujuan wisata adalah sumber devisa negara, khususnya untuk daerah. Namun di pihak lain, jika pengelolaan pulau-pulau itu tidak dilakukan dengan baik dan benar, dapat menimbulkan bencana bagi anak cucu bangsa kita tercinta di kemudian hari. Apalagi jika pulau-pulau tersebut berlokasi di kawasan perbatasan rawan konflik dengan negara tetangga. Kita butuh investasi asing bidang wisata, namun harkat dan harga diri bangsa berada jauh di atasnya.

Tantangan ke depan ditambah pula banyaknya pulau-pulau lain potensial wisata yang sedang menunggu giliran dikembangkan menjadi tujuan wisata dunia, serta munculnya pulau-pulau baru yang berpotensi dikembangkan menjadi tujuan wisata, termasuk 19 pulau yang ditemukan di perairan pantai barat Bengkulu Februari 2006 lalu.

Kita punya potensi besar pasar wisata dunia, mari kita jaga dan kembangkan dengan baik. Kita punya pulau-pulau mungil atraktif bagi wisatawan dunia, mari kita kelola, pelihara dan lindungi dengan baik. Wisata dan pulau menjadi mata air kehidupan dan sumber kesejahteraan masyarakat bangsa apabila dikelola dengan baik dan benar. Sebaliknya, ia akan menjadi pemicu bencana tiada akhir apabila tidak dikelola oleh tangan-tangan professional dengan nasionalisme kental.

* Alumnus Universitas Andalas Padang dan
University of Santo Tomas, Manila. Bertugas di Jakarta

Tulisan ini pernah dimuat di Harian Seputar Indonesia, Jumat 24 Maret 2006

Sifat Manusia Berdasarkan Golongan Darah

Gologan Darah A

Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber'temperamen' sama.


Gologan Darah B

Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.


Gologan Darah O

Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, "loved by all". Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.


Gologan Darah AB

Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka